..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://blognaaziernie.blogspot.com/ dan blog ini setiap harinya di update::..
animation Pictures, Images and Photos Animation Pictures, Images and PhotosAnimation Pictures, Images and PhotosAnimation Pictures, Images and Photos

Modul-modul kejahatan dalam TI

MODUS

Sabtu, 06 Maret 2010

penalaran, proposisi, data, dan fakta

. Sabtu, 06 Maret 2010
0 komentar

Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.Kesimpulan diturunkan atas dasar alasan – alasan (premis). Kesimpulan berupa pernyataan yang di turunkan atas dasar alasan-alasan tertentu.

Contoh :


Apel 1 berwarna hijau rasanya asam

Apel 2 berwarna hijau rasanya asam

Apel 3 berwarna hijau rasanya asam

Jadi, Semua apel berwarna hijau rasanya asam

2. Proposisi

Proposisi adalah pernyataan yang dapat di buktikan benar salahnya.

Contoh : Matahari terbit dari arah timur kea rah barat

Macam-macam proposisi:

1. Proposisi sintetik

Adalah lukisan dari kenyataan empirik maka untuk menguji benar salahnya dapat diukur berdasarkan sesuai dengan kenyataan empiriknya.

Contoh ; Pepaya itu manis.

Gadis itu gendut.

Jussuf Kalla adalah kaya raya

2. Proposisi Kategorik

Adalah Proposisi yang mengandung pernyataan tanpa adanya syarat.

Contoh : Hasan sedang sakit.

Anak-anak yang tinggal di Asrama adalah mahasiswa.

Orang akan mendapatkan suatu yang lebih dari yang mereka harapkan.

3. Proposisi Hipotetik

Kalau Proposisi kategorik menyatakan suatu kebenaran tanpa syarat, maka pada proposisi hipotetik kebenaran yang dinyatakan justru digantungkan pada syarat tertentu.

Proposisi hipotetik mempunyai dua bentuk

1. Bila A adalah B maka A adalah C

Conoh : Bila Hasan rajin ia akan naik kelas.

2. Bila A adalah B maka C adalah D

Contoh : Bila hujan, saya naik becak.

4. Proposisi Disyungtif

Seperti juga Proposisi hipotetik, proposisi disyungtif [ada hakikatnya juga terdiri dari dua buah proposisi kategorik.

Ada 2 bentuk proposisi disyungtif yaitu proposisi disyungtif sempurna dan proposisi disyungtif tidak sempurna. Proposisi disyungtif sempurna mempunyai alternatif kontradiktif sedangkan Proposisi disyungtif tidak sempurna alternatifnya tidak berbentuk kontradiktif. Rumus pertama adalah : A mungkin B mungkin non B, seperti :

Hasan berbaju putih atau berbaju non-putih.

Buaya mungkin masih hidup mungkin sudah mati (non-hidup).

Adapun untuk rumus kedua adalah : A mungkin B mungkin C, seperti :

Hasan berbaju putih atau berbaju hitam.

Budi di toko atau di rumah.

3. Definisi

Definisi adalah sebuah pernyataan yang menjabarkan / menjelaskan makna sebuah term sehingga dapat diketahui maksudnya. Term adalah ungkapan pengertian dalam bentuk kata atau istilah.

Beberapa jenis teknik penyusunan definisi :

1. Definisi Nominal adalah definisi yang semata-mata menjelaskan term sebagaimana disebutkan apa adanya, tanpa melihat objek atau benda yang dikenai term tersebut.

Ada 2 cara untuk menyusun definisi nominal:

1) Definisi Etimologis ialah definisi melalui penelusuran terhadap asal usul kata atau term, kata-kata turunannya, sampai dengan akar katanya.

Contoh : kata Philadelphia berarti ‘cinta persaudaraan’, berasal dari bahasa Yunani philos ‘cinta’ dan delphos ‘saudara’.

2) Definisi Biverbal ialah definisi yang didasarkan atas sinonim atau kata-kata lain yang lebih dikenal, misalnya melalui upaya mencarikan padan kata ataupun terjemahannya

Contoh : piawai = ahli dan terampil

expert = pakar

2. Definisi Konotatif ialah definisi yang menjabarkan kualitas atau cirri-ciri hakiki yang secara umum pasti terdapat pada masing-masing individu hal/objek yang disebut dengan sebuah term.

Contoh : Logika adalah ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk berfikir lurus.

3. Definisi Denotatif ialah definisi yang menerangkan makna sebuah term dengan cara menunjukkan contoh-contoh objek refrentnya. Definisi ini juga disebut definisi ostensif, definisi demonstratif, atau definisi dengan contoh.

Contoh :

Apa arti ball-point? Jawaban diberikan dengan cara menunjukkan benda yang dimaksud.

4. Definisi Deskriptif ialah definisi yang menggunakan penjabaran sejumlah keterangan yang meliputi ciri-ciri hakiki maupun ciri-ciri yang tidak hakiki (ciri-ciri aksidental) yang terdapat pada objek referent. Ada dua macam teknik penyusunan definisi, yaitu :

1. dengan menyebutkan semua cirri yang melekat pada objek referent.

Contoh :

Manusia adalah animal rationale, yaitu makhluk yang memiliki kemampuan untuk berbicara dan berfikir, serta memiliki perasaan dan emosi.

2. dengan menyebutkan causa efficiens dan causa finalis.

Contoh :

Lukisan adalah sebuah gambar yang diciptakan oleh seorang seniman lukis . (causa efficiens)

Pesawat telepon adalah alat elektronik yang dipergunakan sebagai sarana untuk berbicara jarak jauh. (causa finalis)

Data
Sebenarnya pengertian data tidak bersifat mutlak karena tergantung dari individu yang merasakan apakah sesuatu tersebut bisa dianggap data atau bukan.
Namun, biasanya data diartikan sebagai sesuatu yang diperoleh melalui proses tertentu dengan jangka waktu tertentu dan dilakukan oleh orang tertentu pula sehingga keberadaannya tidak bisa tergantikan begitu saja.
Contoh:
•Anda melakukan pendataan penduduk umur produktif namun tidak bekerja pada suatu daerah. Hasil yang anda dapatkan bisa disebut data karena tidak dapat tergantikan begitu saja.
Lain halnya dengan sesuatu yang bukan disebut data. Biasanya yang bukan data diartikan sesuatu yang diperoleh dengan cara apapun dan oleh siapapun namun dapat tergantikan dengan mudah.
Contoh:
•Anda memiliki buku telepon dari Telkom. Kami yakin anda tidak akan merasa pusing jika harus kehilangan buku telpon tersebut karena anda dengan mudah bisa minta pergantian ke Telkom dikarenakan buku tersebut dicetak banyak.
“Dengan demikian data merupakan kumpulan fakta atau angka atau segala sesuatu yang dapat dipercaya kebenarannya sehingga dapat digunakan sebagai dasar penarikan kesimpulan.”

Fakta
Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa
dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas
sesuatu. Fakta biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka. Tidak jauh
beda dengan pengertian sebuah data.

Read More »»

Selasa, 02 Maret 2010

TUHAN MAHA BAIK

. Selasa, 02 Maret 2010
0 komentar

Lihatlah kawan…!
Cinta itu mulai merebak disekujur tubuhku!
Seperti tanaman yang menjalar kesemua tempat dihatiku
Dan apakah aku senang dengan semua ini???
Bicara soal cinta semua insan pasti bahagia
Tapi tak sedikit juga yang merasakan ia seperti binatang buas
Melahap semua mangsanya
Melukai, menyakiti hingga bercecernya merah darah segar
Mencabik-cabik, ,mengoyak-ngoyak semua isi organ tubuh manusia
Ya… tentu saja manusia
Karena hanya manusia yang sempurna
Bukan karena makhluk hidup yang lainnya tak punya cinta
Itu karena manusia diberi kelebihan untuk mengungkapkan dan bebicara

Cinta…
Pernah membawa aku terpuruk dalam jurang kesengsaraan
Dalam kegelapannya menemani aku di dasar sana dengan binatang2 liar
Hingga nafasku tersengal
Lemah tak berdaya…
Tak adakah yang mau menolong aku???
Dan siapa yang tahu bahwa aku berada di dalam sini???
Hanya berusaha sendiri dalam semua keterbatasan
Bahkan tak ada cahaya sedikitpun untuk aku bernafas lega...
Hanya masalah waktu yang akan membenamkan aku dalam hitamnya tanah
Atau bangkit melesat dengan sayap ajaib dalam kedamaian yang surga menuju keabadian???

Cinta…
Bukannya cinta adalah anugerah Tuhan agar semua hambanya bahagia???
Tapi mengapa???
Jika cinta membuat bahagia harus ada air mata yang menyertainya???

Jawabannya adalah…
Karena Tuhan MAHA SEMPURNA
Selalu menciptakan semuanya berpasangan
Agar hambanya bersyukur dan penuh rasa cinta untuk dunia ini…




Read More »»

Musim Semi akan segera Tiba

.
0 komentar




Seperti musim gugur…
Satu persatu daun-daunnya berjatuhan
Perlahan, ringan , melayang, tapi pasti

Karena aku tahu kamu telah hangus dalam api cintaku
Apiku terlalu besar
Atau mungkin kamu yang membuat itu terlalu besar
Biar kamu dapat terbebas dari kesatuan nyawa kita.

Sedih, sakit...
Aku tak bisa kehilangan nafas-nafas untuk aku hidup
Tapi apa daya dan sudah waktunya kamu berjatuhan
Akupun tak mau memaksakan

Saat aku telanjang dengan keterpurukanku
Aku yakin akan ada yang melindungiku dengan daun-daun kesejukannya
Mengikis aku dari lapisan-lapisan kesedihan yang begitu tebal
Membersihkan aku dengan air cinta yang surga
Menghangatkan aku dengan dekap yang mentari
Dan menyelimuti aku dengan sutera yang indah...
Satu demi satu ia muncul untuk kesatuannya
kecil, besar, satu, dua, tiga, empat, lima...
Dan mungkin akan menjadi ribuan yang akan membuat ia besar dan hebat
Menguatkan aku hingga akar kehidupanku

Dan suatu saat ia pasti akan berkata
”Sambutlah musim semiku dengan merahnya cinta untuk kita selamanya ”
Dan aku pasti akan berkata
”Karena setelah musim gugur usai, musim semi akan meraja dalam hati kita...”








Read More »»