Seperti musim gugur…
Satu persatu daun-daunnya berjatuhan
Perlahan, ringan , melayang, tapi pasti
Karena aku tahu kamu telah hangus dalam api cintaku
Apiku terlalu besar
Atau mungkin kamu yang membuat itu terlalu besar
Biar kamu dapat terbebas dari kesatuan nyawa kita.
Sedih, sakit...
Aku tak bisa kehilangan nafas-nafas untuk aku hidup
Tapi apa daya dan sudah waktunya kamu berjatuhan
Akupun tak mau memaksakan
Saat aku telanjang dengan keterpurukanku
Aku yakin akan ada yang melindungiku dengan daun-daun kesejukannya
Mengikis aku dari lapisan-lapisan kesedihan yang begitu tebal
Membersihkan aku dengan air cinta yang surga
Menghangatkan aku dengan dekap yang mentari
Dan menyelimuti aku dengan sutera yang indah...
Satu demi satu ia muncul untuk kesatuannya
kecil, besar, satu, dua, tiga, empat, lima...
Dan mungkin akan menjadi ribuan yang akan membuat ia besar dan hebat
Menguatkan aku hingga akar kehidupanku
Dan suatu saat ia pasti akan berkata
”Sambutlah musim semiku dengan merahnya cinta untuk kita selamanya ”
Dan aku pasti akan berkata
”Karena setelah musim gugur usai, musim semi akan meraja dalam hati kita...”




0 komentar:
Posting Komentar