..:: Perhatian !! terima kasih atas kunjungannya, jangan lupa kalau mau copy/paste harap cantumkan sumbernya by http://blognaaziernie.blogspot.com/ dan blog ini setiap harinya di update::..
animation Pictures, Images and Photos Animation Pictures, Images and PhotosAnimation Pictures, Images and PhotosAnimation Pictures, Images and Photos

Modul-modul kejahatan dalam TI

MODUS

Senin, 22 November 2010

perbedaan android, symbian dan windows mobile

. Senin, 22 November 2010
0 komentar

Android
Android adalah sistem operasi untuk telepon seluler yang berbasis Linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang buat menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Symbian
Symbian OS adalah sistem operasi tak bebas yang dikembangkan oleh Symbian Ltd. yang dirancang untuk digunakan peralatan bergerak (mobile). Sebelum Nokia mengumumkan pembelian seluruh sisa saham Symbian Ltd. yang tidak dimilikinya pada 24 Juni 2008,[1] Symbian dimiliki Nokia (47,9%), Ericsson (15,6%), Panasonic (10,5%), Samsung (4,5%), Siemens/BenQ (8,4%), Sony Ericsson (13,1%). Versi Symbian yang terbaru adalah Symbian OS v9.5s. Sedangkan ponsel yang paling banyak beredar saat ini menggunakan Symbian OS v6.1s, v7.0s, RV 47 75, v8.OS, dan v9.1s. Nokia Nseries rata-rata menggunakan Symbian OS v9.1s, kecuali Nokia N95 yang menggunakan Symbian OS v9.2s.
Saat ini Symbian OS banyak telah banyak digunakan oleh berbagai vendor produk peralatan komunikasi mobile pada berbagai jenis produk mereka yang bervariasi. Variasi dari sisi hardware ini dimana Symbian OS diimplementasi dapat dimungkinkan karena sistem operasi ini memiliki antarmuka pemprograman aplikasi (Application Programming Interface; API). API mendukung terhadap komunikasi dan tingkah laku yang umum pada hardware yang dapat digunakan oleh objek aplikasi lain. Hal ini dimungkinkan karena API merupakan objek antarmuka yang didefenisikan pada level aplikasi, yang berisikan prosedur dan fungsi (dan juga variabel serta struktur data) yang mengelola/memanggil kernel dimana sebagai penghubung antara software dan hardware. Dengan adanya standar API ini membantu pihak pengembang untuk melakukan penyesuaian atas aplikasi yang dibuatnya agar dapat diinstal pada produk telepon bergerak yang bermacam-macam.
Windows mobile
Windows Mobile adalah salah satu Sistem Operasi mobile Yang di kembangkan oleh Microsoft, dan di desain untuk di gunakan pada Smartphone dan Perangkat Nirkabel lainya. Versi saat ini di sebut ‘Windows Mobile 6.5′. OS ini berbasis pada Windows CE 5.2 Kernel, dan fitur-fiturnya di kembangkan menggunakan Microsoft Windows API. Windows Mobile di desain sedemikian rupa agar mirip dengan versi Windows Desktop. Sebagai tambahan, Third party Software Development tersedia untuk Windows Mobile. Pertama kali di rilis sebagai Sistem Operasi Pocket PC 2000, kebanyakan perangkat Windows Mobile di lengakapi dengan Stylus Pen, yang mana di gunakan untuk memasukan perintah-perintah dengan cara men-tap-nya di layar. Microsoft menngumumkan Platform baru, Windows 7 Series, di Mobile World Congress di Barcelona pada 15 Februari 2010. Perangkat yang menggunakan Windows Mobile 6.x series tidak dapat di upgrade ke seri Windows 7.



Read More »»

Kamis, 04 November 2010

Cara Kerja Jaringan Tanpa Kabel(Wireless)

. Kamis, 04 November 2010
0 komentar

Jaringan wireless: jaringan yang mengkoneksikan dua komputer atau lebih menggunakan sinyal radio, cocok untuk berbagi-pakai file, printer, atau akses Internet.

· Berbagi sumber file dan memindah-mindahkannya tanpa menggunakan kabel.
· Mudah untuk di-setup dan handal sehingga cocok untuk pemakaian di kantor atau di rumah.
· Produk dari produsen yang berbeda kadang-kadang tidak kompatibel.
· Harganya lebih mahal dibanding menggunakan teknologi ethernet kabel biasa.

Bila Anda ingin mengkoneksikan dua komputer atau lebih di lokasi yang sukar atau tidak mungkin untuk memasang kabel jaringan, sebuah jaringan wireless (tanpa kabel) mungkin cocok untuk diterapkan. Setiap PC pada jaringan wireless dilengkapi dengan sebuah radio tranceiver, atau biasanya disebut adapter atau kartu wireless LAN, yang akan mengirim dan menerima sinyal radio dari dan ke PC lain dalam jaringan. Anda akan mendapatkan banyak adapter dengan konfigurasi internal dan eksternal, baik untuk PC desktop maupun notebook.




Mirip dengan jaringan Ethernet kabel, sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki nomor ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat, dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Sama dengan sebuah adapter Ethernet, sebuah kartu wireless LAN akan memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket langsung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia akan menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.

Wireless LAN biasanya menggunakan salah satu dari dua topologi--cara untuk mengatur sebuah jaringan. Pada topologi ad-hoc--biasa dikenal sebagai jaringan peer-to-peer--setiap PC dilengkapi dengan sebuah adapter wireless LAN yang mengirim dan menerima data ke dan dari PC lain yang dilengkapi dengan adapter yang sama, dalam radius 300 kaki (±100 meter). Untuk topologi infrastruktur, tiap PC mengirim dan menerima data dari sebuah titik akses, yang dipasang di dinding atau langit-langit berupa sebuah kotak kecil berantena. Saat titik akses menerima data, ia akan mengirimkan kembali sinyal radio tersebut (dengan jangkauan yang lebih jauh) ke PC yang berada di area cakupannya, atau dapat mentransfer data melalui jaringan Ethernet kabel. Titik akses pada sebuah jaringan infrastruktur memiliki area cakupan yang lebih besar, tetapi membutuhkan alat dengan harga yang lebih mahal.

Walau menggunakan prinsip kerja yang sama, kecepatan mengirim data dan frekuensi yang digunakan oleh wireless LAN berbeda berdasarkan jenis atau produk yang dibuat, tergantung pada standar yang mereka gunakan. Vendor-vendor wireless LAN biasanya menggunakan beberapa standar, termasuk IEEE 802.11, IEEE 802.11b, OpenAir, dan HomeRF. Sayangnya, standar-standar tersebut tidak saling kompatibel satu sama lain, dan Anda harus menggunakan jenis/produk yang sama untuk dapat membangun sebuah jaringan.

Semua standar tersebut menggunakan adapter menggunakan segmen kecil pada frekuensi radio 2,4-GHz, sehingga bandwith radio untuk mengirim data menjadi kecil. Tetapi adapter tersebut menggunakan dua protokol untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam pengiriman sinyal:
· Frequency hopping spread spectrum, dimana paket data dipecah dan dikirimkan menggunakan frekuensi yang berbeda-beda, satu pecahan bersisian dengan lainnya, sehingga seluruh data dikirim dan diterima oleh PC yang dituju. Kecepatan sinyal frekuensi ini sangat tinggi, serta dengan pemecahan paket data maka sistem ini memberikan keamanan yang dibutuhkan dalam satu jaringan, karena kebanyakan radio tranceiver biasa tidak dapat mengikutinya.
· Direct sequence spread spectrum, sebuah metode dimana sebuah frekuensi radio dibagi menjadi tiga bagian yang sama, dan menyebarkan seluruh paket melalui salah satu bagian frekuensi ini. Adapter direct sequence akan mengenkripsi dan mendekripsi data yang keluar-masuk, sehingga orang yang tidak memiliki otoritas hanya akan mendengar suara desisan saja bila mereka menangkap sinyal radio tersebut.

Vendor wireless LAN biasanya menyebutkan transfer rate maksimum pada adapter buatan mereka. Model yang menggunakan standar 802.11 dapat mentransfer data hingga 2 megabit per detik, baik dengan metode frequency hopping atau direct sequence. Adapter yang menggunakan standar OpenAir dapat mentransfer data hingga 1,6-mbps menggunakan frequency hopping. Dan standar terbaru, HomeRF dapat mengirim dan menerima data dengan kecepatan 1,6-mbps (dengan menggunakan metoda frekuensi hopping). Wireless LAN kecepatan tinggi menggunakan standar 802.11b--yang dikenal sebagai WiFi--mampu mengirim data hingga 11-mbps dengan protokol direct sequence.

Tanpa Kabel: Jaringan Di Masa Depan?

Wireless LAN mungkin tampaknya sangat layak untuk diterapkan dimana saja dan kapan saja. Tetapi harganya masih mahal, dan kinerjanya masih belum dapat diandalkan. Pada kebanyakan kantor, jaringannya menggunakan Ethernet kabel, karena sudah lama terpasang, dan harganya sangat murah. Untuk di rumah, orang dapat menggunakan jaringan kabel telepon untuk menyambungkan banyak PC dan dapat dipakai untuk berbagi-pakai akses Internet.

Wireless LAN harganya masih mahal. Pada tahun 1999, sebuah adapter harganya sekitar US$500, bandingkan dengan harga sebuah kartu Ethernet yang cuma US$20 atau kartu jaringan telepon seharga US$100. Perubahan mungkin akan tampak, saat Apple memperkenalkan sistem jaringan wireless AirPort untuk Macintosh, yang mampu memberikan troughput hingga 11-mbps dengan harga US$99 per node. Sejak itu, vendor lainnya berlomba-lomba menyediakan produk berharga murah tetapi berkinerja tinggi. Sebuah firma riset pasar Yankee Group memperkirakan bahwa wireless LAN akan mampu menembus pasar jaringan rumah pada tahun 2003.

Untuk saat ini, Anda dapat membeli adapter wireless LAN internal (kartu PCI atau ISA), model eksternal USB, dan PC Card atau kartu CardBus untuk notebook. Versi SOHO (small office-home office) dari Proxim (www.proxim.com) dan WebGear (www.webgear.com) harganya US$70 sampai US$130 per adapter. Harga ini bergantung dari jenis standar teknologi yang digunakan pada adapter. Untuk kalangan industri, adapternya berharga US$500 hingga US$700 dengan tambahan kemampuan seperti roaming (kemampuan untuk menggunakan titik akses manapun pada jaringan).

Pemakai dapat menambah titik akses untuk memperluas jangkauan jaringan mereka atau membantu mengatur lalu lintas data yang lewat. Adapter untuk titik akses tersebut tersedia dari Apple (untuk komputer Macintosh), Lucent (www.lucent.com/pss/prodover/) dan Proxim, dengan harga US$300 hingga US$700. Sebuah titik akses dapat berfungsi sebagai sebuah bridge ke jaringan kabel yang ada.

Di antara standar yang ada, para analis menjagokan IEEE 802.11b. Dengan kecepatan transfer hingga 11-mbps, 802.11b dapat menyalurkan data empat kali lebih cepat dibanding yang lain, tetapi harganya tidak jauh berbeda. Sementara itu, baru-baru ini, HomeRF yang dibeking oleh perusahaan besar seperti Intel, Compaq, dan Motorola, mendapat pengakuan dari FCC (Federal Communication Commission) sebagai standar wireless LAN resmi di Amerika Serikat. Walau begitu beberapa analis meragukan HomeRF dapat menjadi standar yang diakui di seluruh dunia, karena 802.11b terlanjur telah diadopsi oleh banyak vendor untuk produk wireless LAN berkecepatan tinggi.

Read More »»

Selasa, 19 Oktober 2010

CONTOH PENERAPAN TELEMATIKA

. Selasa, 19 Oktober 2010
0 komentar

Penerapan Telematika banyak terjadi di segala aspek. Berikut akan di jelaskan peranan dan juga pemanfaatannya yang beragam.
Berdasarkan perkembangan telematika, telematika di Indonesia memiliki tiga peran pokok, antara lain :

1. Mengoptimalkan proses pembangunan. Telematika memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memuahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak. Dengan telematika, proses komunikasi menjadi mudah sehingga mudah pula untuk menyebarkan informasi dari satu daerah ke daerah lain.

2. Meningkatkan Pendapatan. Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.

3. Pemersatu bangsa. Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.

Menurut Miarso (2004) terdapat sejumlah pilihan alternatif pemanfaatan di bidang pendidikan, yaitu :

1. Perpustakaan Elektronik

Perpustakaan yang biasanya arsip-arsip buku dengan di Bantu dengan teknologi informasi dan internet dapat dengan mudah mengubah konsep perpustakaan yang pasif menjadi agresif dalam berinteraksi dengan penggunanya. Homepage dari The Library of Congress merupakan salah satu perpustakaan yang terbesar di dunia. Saat ini sebagian informasi yang ada di perpustakaan itu dapat di akses melalui internet.

2. Surat Elektronik (email)

Dengan aplikasi sederhana seperti email maka seorang dosen, pengelola, orang tua dan mahasiswa dapat dengan mudah berhubungan. Dalam kegiatan di luar kampus mahasiswa yang menghadapi kesulitan dapat bertanya lewat email.

3. Ensiklopedia

Sebagian perusahan yang menjajakan ensiklopedia saat ini telah mulai bereksperimen menggunakan CD ROM untuk menampung ensiklopedia sehingga diharapkan ensiklopedia di masa mendatang tidak hanya berisi tulisan dan gambar saja, tapi juga video, audio, tulisan dan gambar, dan bahkan gerakan. Dan data informasi yang terkandung dalam ensklopedia juga telah mulai tersedia di internet. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka data dan informasi yang terkandung dalam ensiklopedi elektronik dapat diperbaharui.

4. Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )

Dengan adanya sistem ini maka keterlambatan serta kekurangan bahan belajar bagi warga belajar yang tinggal di daerah terpencil dapat teratasi. Bagi para guru SD yang mengikuti penyetaraan D2, sarana untuk mengakses program ini tdk menjadi masalah karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki kantor pos yang menyediakan jasa internet.

5. Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System

Pendidikan dan pelatihan jarak jauh diperlukan untuk memudahkan akses serta pertukaran data, pengalaman dan sumber daya dalam rangka peningkatan mutu dan keterampilan professional dari SDM di Indonesia. Pada gilirannya jaringan ini diharapkan dapat menjangkau serta dapat memobilisasikan potensi masyarakat yang lain, termasuk dalam usaha, dalam rangka pembangunan serta kelangsungan kehidupan ekonomi di Indonesia, baik yang bersifat pendidikan formal maupun nonformal dalam suatu “cyber system”.

6. Pengelolaan Sistem Informasi

Ilmu pengetahuan tersimpan dalam berbagai bentuk dokumen yang sebagian besar tercetak dalam bentuk buku, makalah atau laporan informasi semacam ini kecuali sukar

Untuk diakses, juga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Beberapa informasi telah disimpan dalam bentuk disket atau CD ROM, namun perlu dikembangkan lebih lanjut sistem agar informasi itu mudah dikomunikasikan. Mirip halnya dengan perpustakaan elektronik, informasi ini sifatnya lebih dinamik (karena memuat hal-hal yang mutakhir) dapat dikelola dalam suatu sistem.

7. Video Teleconference

Keberadaan teknologi ini memungkinkan siswa atau mahasiswa dari seluruh dunia untuk dapat berkenalan, saling mengenal bangsa di dunia. Teknologi ini dapat digunakan sebagai sarana diskusi, simulasi dan dapat digunakan untuk bermain peran pada kegiatan pembelajaran yang berfungsi menumbuhkan kepercayaan diri dan kerjasama yang bersifat sosial.

Banyak faktor yang mempengaruhi dilaksanakan atau tidaknya potensi teknologi telematika. Faktor utama, menurut Miarso (2004) adalah adanya komitmen politik dari para pengambil kebijakan dan ketersediaan para tenaga terampil.

(Sumber: http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html)

Read More »»

TREND KE DEPAN TELEMATIKA

.
0 komentar

Setiap individu memiliki keinginan untuk mengikuti trend yang sedang berkembang saat ini. Begitu juga dengan trend telematika. Trend telematika di harapkan dapat menumbuhkan rasa keingintahuan yang besar bagi masyarakat luas. Selain bagi dunia IT.


Indonesia pernah menggunakan istilah telematika untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.

Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.

(Sumber:http://code86.wordpress.com/2009/10/09/definisi-telematika-perkembangan-telematika-dan-trend-ke-depan-telematika/ )

Read More »»

Minggu, 10 Oktober 2010

Perkembangan Telematika

. Minggu, 10 Oktober 2010
0 komentar

Perkembangan...itu adalah bagian dari kehidupan, tidak berkembang berarti mati, mati berarti selesai sudah perkara, dan bila tidak ada perkara berarti tidak ada perkembangan.
Perkembangan dapat terjadi pada siapa saja dan apa saja. Tidak hanya manusia tetapi aspek-aspek penunjang kehidupan manusia pun turut berkembang, salah satunya adalah Teknologi Informasi.
Tak dapat dipungkiri dan tak dapat dihindari, kita sebagai manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan teknologi informasi. Teknologi informasi sudah menjadi bagian dari hidup kita, bahkan sebagian dari kita menjadikkannya sebagai penopang kehidupan.

Seiring dengan perkembangan zaman, maka kehidupan manusia pun turut berkembang. Seiring dengan perkembangan hidup manusia maka berkembang pula gaya hidupnya. Seiring dengan berkembangnya gaya hidup manusia maka berkembang pula segala aspek penunjang gaya hidup tersebut.
Seperti yang telah disebutkan di atas, Teknologi Informasi sebagai salah satu aspek penunjang gaya hidup manusia mengalami perkembangan di berbagai sektor, yang salah satunya adalah Telematika.
Dalam posting sebelumnya, telah dijelaskan dan diuraikan mengenai definisi dari Telematika itu sendiri. Sekarang (dalam posting saat ini) akan dibahas mengenai perkembangan Telematika khususnya di negara kita yang tercinta ini, INDONESIA.

PERKEMBANGAN TELEMATIKA DI INDONESIA
Perkembangan telematika di Indonesia mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan
Pada periode ini, penggunaan teknologi telematika oleh masyarakt Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailinglist (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat “pesan” berbasis “unix”, “ethernet”, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah “unix”, “email”, “PC”, “modem”, “BBS”, “ethernet”, masih merupakan kata-kata yang sangat langka.

Periode rintisan telematika ini merupakan masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

2. Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil pertama, yaitu INDOnet.

Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

3. Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.

Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi diberbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Read More »»

Definisi Telematika

.
0 komentar

Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika.

Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION and INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu.

Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Istilah telematika sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:
• Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
• Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
• Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles danvehicle telematics


Read More »»

Kamis, 23 September 2010

Woodworking As A Hobby

. Kamis, 23 September 2010
0 komentar

There are many beautiful things that are made out of wood and these beautiful wood crafts are the results of the talented woodworker. Woodworking is a beautiful art, although it may not be delicate as some artwork is. Creating beautiful things out of logs of wood and wooden boards it truly a wonderful and beautiful form of art that takes talent.

Being able to take a meaningless piece of wood and turning it into a beautiful artwork is what fuels the passion of the woodworker. Woodworking can be a very fulfilling hobby and hours of recreation can be found if one has woodworking as a hobby. The following are some reasons that woodworking is such a wonderful hobby to have.

First of all you will find that woodworking is not only a hobby that brings about financial benefits, but there is more to this hobby than that. People who do woodworking as a hobby do it for more than the money. Woodworking is a pleasure and is a hobby that brings about great personal satisfaction. Creating something gives people a feeling of meaning that is more important than financial gain. While it may be hard to actually make a full-time income doing woodworking, having it as a hobby allows people to enjoy their woodworking without having to worry about bringing in profit for their work.
Secondly you will find that a hobby of woodworking does not always mean that you are the one doing the work. If you do not have the talent or time to do the actual woodworking work then you may enjoy collecting woodwork that has been made by others as well. You may find fulfillment building beautiful collections of woodwork and maybe you will enjoy restoring woodwork that has already been made by others.

Thirdly you will find that you can actually save some money if you have woodworking as a hobby. Even if you are not making money with your woodworking hobby, you may find that you can save some money instead. You may be able to start making things that you would have had to buy, which will save you money, as well as giving you the satisfaction of knowing that you created that with your own hands.

Woodworking as a hobby can be relaxing and fun, and there is definitely more to it than a way to earn money. If you enjoy just taking the time to work with wood and create new things then you will enjoy your hobby of woodworking.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

30 Years And Still Strong

.
0 komentar

The Mazda 929, also sold as the Efini MS-9, is a full size luxury car. The model Mazda 929 was first introduced back in 1973.

The vehicle was crafted in Japan; it was as big as a coupe, sedan, or station wagon. This line had a 1.8 liter incline four Mazda 1800 engine; the engine was capable of a whopping eighty three horse power output. Since its introduction the Mazda 929 has had five different engines between the years 1973 to 1981.

The second generation Mazda emerged in 1981. It had been sold as a large front engine rear wheel drive sedan. It also used the new HB platform as a base which was also shared with the Mazda Cosmo. The new Mazda has seen three different engines in its life time. The third generation came about a few years later.

This new version had a pillared four door sedan along with a larger hard top that has four doors and no pillars. The engine was even upgraded to a double overhead Cam that had twenty four valves. That would in turn increase its fuel economy, performance and reliability.

The last generation of Mazda 929s still has the same luxury and is considered a premium sedan. It has been redesigned and has a more rounded flowing body. There are many add ons as well. For instance, they added five more horsepower to the engine. They have added dual air bags; a glass moon roof has replaced the metal unit. The premium package includes a wood console trim and rear armrest storage compartment. Leather upholstery has been added, even a remote keyless system and wood interior trim. This vehicle has been ranked the highest among its class.

The Mazda 929 has changed quite a bit in these thirty years, but Mazda still gives us the safety and luxury that all customers want.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

Rabu, 22 September 2010

Sound Bodies through Sound Therapy - Book Review

. Rabu, 22 September 2010
0 komentar

Dorinne Davis has written many books that concentrate on the subjects of hearing and sound. In the well-researched textbook, Sound Bodies through Sound Therapy, she looks at the concept of sound being a nutrient for our bodies.

There are 11 detailed and well-planned chapters, each of which opens with a quote and closes with a useful chapter synopsis. This book is not so technical that an individual or patient would find it daunting, yet it is quite thorough and incorporates both the independent and scientific findings that a therapist would need to know.

The historical use of music in healing was quite interesting. Because of our drum business, it was particularly interesting to read that regular steady rhythms can restore a normal, healthy pulse, sedating the left brain and allowing the right brain to be more creative. I was also amazed that the US Army used music therapy to accelerate healing in their wounded and ailing during WWII.

Dorinne explains that each living molecule has a vibration that causes frequency and this is the driving theory behind using sound as a healing therapy. The author describes the physics of how sound affects various mediums and why sound could be used to eradicate cancer and tumors. According to Dorinne, sound therapy could also be applied to many medical situations - stroke, autism, fibromyalgia, chronic fatigue, learning and listening difficulties and even physical injuries.

It was very surprising to learn that 'everyday' environmental toxins can have such a dramatic effect on brain functions and hearing. The ear affects so much more than we may realize, including balance and emotions.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

Get Your Message Out With Quality Advertising Inflatables

.
0 komentar

A carefully selected marketing approach can work wonders for your business. It helps in creating brand awareness among customers and getting instant traffic for it. But business houses are registering a drastic fall in their market share due to stiff competition in present market condition. Marketing professionals always work towards solving this problem with easy to use effective marketing tools. They handle the difficult job of product promotion together with creating a brand name for it and therefore rely heavily on beautiful and eye-catching product campaigns as they amuse people a lot thereby drawing maximum customer attention.

Advertising inflatables are an inexpensive medium to have your business location or event noticed by everyone. When it comes to advertising output they can put you at advantage over others. Available in special shapes and sizes, advertising balloons provide good value for your money spent on advertising. They are fully capable to make successful trade show exhibitions and create brand identity thereby generating sales. Majority of national as well as international companies are now increasingly focusing on incorporating advertising inflatables into their media buys so that whenever they need an in instant promotion advertising inflatables could serve the purpose very well.

If you want to highlight any of your special occasions like opening a new store, announce a new sale or promote a big event give Monsterballoons advertising balloons and blimps a chance! We sell a wide range of advertising balloons, advertising blimps, helium balloons, air balloons, air balloons, custom advertising balloons and other advertising inflatables. We use to be the low cost leader in reasonable inflatable advertising. Our products weigh less, cost less, last longer and look stunning. Custom rooftop inflatables, cold-air inflatables and parade balloons are our specialties and are available on sale, service or rent. All of our quality inflatable products will help your company increase visibility, traffic, sales and profits and together with your company logo or lettering will set the standard for inflatable rental or purchase.



Benefits:
• We offer service at low price.
• Our wide range of products cost less, weigh less, last longer and look attractive.
• We provide best customer service within a fixed budget.
• Our inflatable products are easy to set up and preferred for the big events, corporate parties, market places, trade show exhibitions etc.

Our advertising balloon products are available both in the traditional balloon and dynamic advertising inflatables designs. These inflatables dance, bounce and jump around so that grabbing the attention of potential customers becomes pretty easy. So give us a call or email us for more information on these huge floating inflatables to get the impact you want today!


sumber: http://readbud.com


Read More »»

Natural Therapy for Maintaining Healthy Blood Pressure Part 2

.
0 komentar

One of the more common treatments for high blood pressure are ACE inhibitors. When your kidneys detect low blood pressure, they release an enzyme called renin, which stimulates the formation of a protein called angiotensin I. Angiotensin I is then converted by the angiotensin-converting enzyme (ACE) in the lungs to a very potent chemical called angiotensin II. Angiotensin II is a powerful blood vessel constrictor that causes muscles surrounding the blood vessels to contract, resulting in narrowing of the blood vessels. This narrowing of the vessels increases pressure in the vessels and can result in high blood pressure .

The ACE Inhibitors block the action of the angiotensin-converting enzyme in the lungs so that angiotensin I is not converted into angiotensin II. This allows blood vessels to remain widened, which results in lowering of the blood pressure. ARBs block the action of angiotensin II itself, so that vessels dilate, making it easier for the heart to pump blood, and results in lower blood pressure .

The natural bioactive casein hydrolysate tripeptides in Melaleuca's ProStolic™ act as a natural blocker to the formation of angiotensin II. Also included in this proprietary blend is pomegranate juice powder, which inhibits activity of the angiotensin-converting enzyme as well. A third ingredient is passionflower extract. Although researchers don't know exactly how passionflower works, they believe that flavonoid and alkaloid compounds in the plant regulate the neurotransmitters in your nervous system that reduce anxiety. One of these flavonoids in particular, chrysin, helps to calm your central nervous system and lower your blood pressure.

Combined with the proprietary blend of tripeptides, pomegranate juice powder and passion flower extract, ProStolic™ also contains potassium and calcium to provide a well-rounded natural remedy to help promote healthy blood flow and naturally maintain healthy blood pressure, but without the side effects so common with medications.

Tripeptides are formed when milk casein is broken down into smaller pieces. Several different peptides have been studied, but a significant amount of research has determined that the tripeptides Isoleucine-Proline-Proline (IPP) and Valine-Proline-Proline (VPP) have the most supportive evidence for their efficacy, safety and bioavailability The natural bioactive hydrolyzed casein (a combination of tripeptides IPP and VPP) is an active ingredient included in the proprietary blend in Melaleuca's ProStolic™. These tripeptides are derived from nonfat milk casein, and have been clinically proven to help maintain healthy blood pressure. Most studies show that blood pressure is lower after 2 weeks of daily consumption of IPP and VPP, and reach a stable level after 4-6 weeks. < Like the mechanism of action of the commonly prescribed ACE Inhibitors, the natural action of tripeptides block the formation of Angiotensin II, which normally causes the blood vessels to narrow. But that's where the similarity ends. Studies show that IPP and VPP tripeptides accomplish the blockage of Angiotensin II without the side effects so common in ACE and ARB medications. In 2001, an 8-week placebo-controlled, double-blind study was conducted on 30 people with mild or moderate hypertension. Results of the study showed a significant decrease in blood pressure of IPP and VPP test subjects, but no change was seen in the placebo group. In addition, no adverse reactions such as dry cough, digestive tract symptoms or abnormal changes were observed. Over 20 human clinical trials have been conducted with the IPP and VPP peptides over the past 10 years and more than 10 double-blind clinical studies have been conducted on the particular formulation of tripeptides used in Melaleuca's proprietary blend. A 1996 placebo-controlled study on the blood pressure of 30 elderly hypertensive patients, most of whom were taking antihypertensive medication, showed a significant decrease in both systolic and diastolic blood pressure after 4 and 8 weeks, but no significant changes were observed in the placebo group. A British Journal of Nutrition article reported a single blinded, placebo controlled study of 131 people with high-normal blood pressure or mild hypertension to determine the efficacy of hydrolyzed casein containing IPP and VPP in reducing blood pressure. The authors concluded that these peptides could assist in the prevention of hypertension in people with blood pressure that is above normal. Melaleuca's Prostolic also contains other natural hypertension treatments including pomegranate juice, passion flower, potassium and calcium. All the benefits of these natural ingredients will be discussed in Natural Therapy for Maintaining Healthy Blood Pressure Part 3. sumber: http://readbud.com

Read More »»

Article Writing: Can It Help My Virtual Assistant Business?

.
0 komentar

Question: I'm a Virtual Assistant. Can I use articles to promote my business?
Signed, Eager VA

Dear Eager VA,
Virtual Assistants are springing up all around the internet. It's a very viable business option and more work at home moms are jumping on the bandwagon every day. The real go-getters will whip up a "business card" website right away with their contact information, 'about me' information, and their rates and services offered.

But, then that website sits and collects dust while they wait for the traffic to roll in. So, what's a Virtual Assistant to do to generate traffic to their website?

Oftentimes VAs overlook one of the best methods of marketing their websites – article writing. Virtual Assistants can write about all kinds of topics – how to organize emails, customer service, hiring or firing a VA, ways a VA can benefit a business, or accounting among other things. Then, they can share the articles, just like any other website owner to drive traffic to their websites and establish an expert status in their field.

If you're a VA who's new to article sharing, it's actually quite easy. You write a helpful article and include your author bio at the end. (See the end of this article as an example.) Then, you submit your article to Article Directories where hungry website owners, blog owners and ezine publishers eagerly grab your article to publish it on their sites.

Now, there is stiff competition so it's not quite that easy, but that's the gist of how article sharing works. And, you know it works because you're reading my article that I've written and shared with article directories. There's my URL in the author bio and you've found my article because someone has published it on their website, blog or in their newsletter. If it works for me, it can work for you, too.

Article sharing is underutilized in the Virtual Assistant field and I hope to see that change in the coming year. Go grab that free traffic and grow your VA business. Not only will your VA business grow, but you can share this method of marketing with your clients and blow them away with your knowledge of internet marketing. Best wishes.

sumber: http://readbud.com

Read More »»

Rich Dad Poor Dad

.
0 komentar

A lot of people have read Robert Kiyosaki's books (and he has a lot of them), but this is the one that started them all.

I think what endears people to Rich Dad Poor Dad is the story. It seems to me that whenever a non-fiction book teaches with stories, it does very well. So, if you're going to write a non-fiction book, weave your info into a story.

Rich Dad Poor Dad is the story of Robert learning the habits of the rich from his best friend's dad. Robert's own dad was a highly paid, highly educated government official, but who ended up poor (this is his "poor dad"). His best friend's dad was not highly educated, but he started lots of businesses, bought lots of real estate, and invested in stocks. He is "rich dad".

Some lessons or themes that keep coming up:

*School prepares you for a job while financial education prepares you for better financial habits that lead to a more prosperous life

*The rich invest in ways that the poor and middle class do not

*The rich invest in assets that produce class flow, and then reinvest that cash flow into other assets

*The poor invest in liabilities, or things that take money out of their pockets

*The middle class tend to go to school, get a job, buy everything on credit, get raises, then buy bigger houses and nicer cars, under-save and under-invest, and then retire on less than what they should have.

*There are 3 kinds of income:
-Earned income (what you make when you're there)
-Passive income (money that comes to you when you're not there...that can come through businesses, real estate income, intellectual property, etc)
-Portfolio income (money that also comes when you're not there...but specifically from stocks, mutual funds, and other such paper investments)


As it turns out, Robert didn't go on to become a rich guy too soon into his adult years, like his best buddy did. Robert went into the Navy to learn how to sail ships, then to the Marines to fly helicopters in the Vietnam war. I might have the timeline wrong, but he he was a top-selling Xerox sales rep for several years. And then he went on to start a successful business importing/selling those Velcro nylon surfer wallets from the eighties. Remember those? After a few years, that business went bust.

Eventually he made the jump into buying assets...income producing real estate...and within 8 to 10 years, he and is wife retired. Then six months later he came out of retirement to start his financial education business...which includes his books, board games, tapes, seminars, etc. In reality, it sounds like he's started a whole ton of other businesses too, but that's what I've pieced together from other books of his that I've read. Notice that most of his activities center around passive income?

It's a great and easy read and should shock you out of your usual way of looking at money. Another one of his books that I like a lot is one he didn't even write by himself...aptly named "Success Stories". It's a collection stories by many of Robert's students that have taken his advice and who started businesses or are collecting assets that produce cash flow.

There's so much more that can be said, but it's time for you to start the adventure of reading a new book. Try to think of "Rich Dad Poor Dad" as financial education; it will make the purchase that much easier to justify.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

What Is This RSS, XML, RDF, Atom, and Feeds Business?

.
0 komentar

It's been a long day at work and you're in no mood to cook dinner or go out. Time to count on the reliable pizza delivery guy. The order is called in and he promptly arrives with smokin' hot pizza within 30 minutes as promised. If it were only that easy with a picky family where no one can agree on the same restaurant for dinner. One wants Mexican, another wants Chinese, and another wants a burger and Mexican. Instead of running to three different places, you call a delivery service that goes to all of them and brings it to you. What could be easier in getting a meal without cooking it or picking it up?

RSS, XML, RDF, and Atom are the food delivery guy of the Internet. The content they deliver is mixed and cooked elsewhere on the Internet just like the meal isn't made on your door step and the acronym fellows bring the content to you through software or an online application. Instead of trying to remember all the places where you like to go to get the latest news, it all comes to you once you order your food.

What to Do with the Funky Code

Click on any of those orange or blue RSS, XML, or RDF buttons and you see unreadable text. Some of it is readable, but reading between the is slow and difficult. In this case, you've got the raw ingredients of the content known as a feed. To make it easily readable, download a feed reader that can interpret (aggregate) the ingredients or sign up for an online service that can do the same.

When the software or application is ready to go, click on the orange or blue button (or "Syndicate This Page," or whatever is along these lines) and copy the resulting URL from the address box. Paste it into the application to cook the ingredients where it's delivered to you ready for your enjoyment.

Syndication Isn't Just for Blogs

Syndication is a not a new concept on the Internet, but it's growing in popularity as more Web sites and newsletters are churning content to turn it into syndicated files, which are fed into an aggregator. Think of it as the content that's ready to travel anywhere it needs to go. Grab the feed and feed it to the aggregator, another way of bookmarking (or creating a favorite) a site because you wish to come back again another time.

Instead of schlepping from site to site in search of information, you can have it all in front of you through the aggregator. The feeds are sorted in folders by topic for easy finding. If I'm writing about the latest virus or worm, then I open the security folder with the security-related feeds and scan them.


Scanning content through aggregators is easier than with a Web site because it's all in one place with a list of easy to scan headlines and usually a short summary. On a Web site, you're only getting the benefit of that site's news - nothing else. The folder has news from over ten resources including blogs, news sites, and newsletters.

Any content can be syndicated. It's a matter of having the back-end process in place, which is dependent on the application used for managing the content. If a site doesn't have such resources, then there are applications that can easily create a feed for posting on the site. No techie knowledge needed.

Most aggregators have exporting capabilities so the feed can be shared with others interested in the same topic. If you're interested in my security feeds, I can export them into, in most cases, an OPML file and you can import it into your feed reader.

Mix up the Content

If the feed is automatically created, what have you got to lose? You're providing another way for your readers to get your content just like you can get pizza in different ways: go to the restaurant, have it delivered, or make it at home. More applications are adding syndication capabilities, which make the process effortless. Some have said they won't read something unless it has a feed.

It's an opportunity to get more readers because there are many directories where publishers can submit their feeds and get noticed. So when someone does a search on your topic, your news might come up and you'll have gained a new reader.

There was a time when we didn't have the option to have pizza delivered to our doorstep. When we're too tired, we know we can rely on the delivery guy. In term of content, expect to see it show up at your doorstep more often than the pizza guy plus it's cheaper with the cost only coming from the software though there are many free options available. Syndication is a must have for a company's communication toolbox. Witness it by watching for RSS, XML, RDF, and Atom out there.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

Customer Service is Now Customer Care

.
0 komentar

As I waited for an answer to my VCR inquiry from a stereo company, the recording stated a "customer care" representative would be available shortly. At that moment, I realized it's finally catching on everywhere. With aging baby boomers, world events and additional pressures in today's society; it is "customer care" that has evolved in our economy. We have moved from a manufacturing economy to a service economy and are currently leaning towards a "servicecare" economy. As we live in a high tech-high button touch environment, many personal contacts have been decreased making each customer interaction more important than ever to corporate imagery. For example, if you call for computer tech support, the representative often makes it a point to address you by first name. If it's the bank credit card company, they may ask "How are you doing today?" This makes the customer feel less like a number and more like a human being.

The successful restauranteurs always took service one step further towards "care" because they understood restaurant customer service literally involves the immediate health of the patron-- more so than any other industry (except for healthcare industry itself). A recent survey asked diners why they went out to eat and the main response was "to feel good." (After all, the word "restaurant" has French origins meaning "to restore"). As a waiter for many years, I felt my job was to restore humanity, especially to diners arriving from a stressed out day.
In my past dining room work experiences, I remember certain actions lifting service to this higher level of "care." One time a customer requested margarine that wasn't available in the restaurant. The owner walked across the street to the grocery purchased the margarine and brought it tableside. The patron was delighted. There was a regular customer (diabetic) who always got immediate attention with some kind of bread or crackers to keep from feeling feint before her food arrived. If there was a baby present at a table, our staff ensured their food would come out as soon as possible to pacify. These kinds of actions create a lasting positive image for any company or establishment. The owner cared about his guests and it permeated thru the dining room and staff -- even after he left to open other restaurants for the company.



Customer Service involves major 3 points:

1) Care and Concern for the Customer
2) Spontaneity and Flexibility of frontline workers which enhances the ability for on-the-spot problem-solving.
3) Recovery- making things right with the customer when the process has gone astray.

These 3 points should always be highlighted in any customer service training program. If they are kept in mind, then quality service will occur.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

Classic Gay Porn

.
0 komentar

Most classic gay porn was filmed in the 80s and featured man on man action without unsightly condoms getting in the way of the hot sex. One of the best examples of classic gay porn is Desert Paradise, which was filmed in 1986. Directed by Larry Bronco, it features Scott Aaron, Nathan Bryce and Jackson Jack Steele. In the 86 minute long movie, Aaron takes turns on the bottom...something that even the most voracious porn viewers would be hard pressed to find in another film.

Still, there are lots of long shots in which Bronco seems too far away to really capture much of the hard core penetration that was surely taking place. Mostly filmed at the side of a pool, the majority of the complaints that people would have about the far-away shots fall by the wayside once the trio move indoors. There, viewers are treated to Aaron's massive cock and more closeups than one can shake a dick at.

Another sining example of classic gay porn is Lusty Lovers, starring Pierce Daniels, Brian Thompson and Michael Ram, among others. This bareback piece of cinematic history has a little bit of everything to offer, meaning that all individuals, couples and groups will find something to get off to before the 74 minute movie ends. There are plenty of hard bodied men slamming into eager twinks, but there is also an abundance of slow and sensual kissing and softer sex as well.
For those into twink flicks, Camp YMAC has some of the hottest scenes ever filmed; vintage, classic or new. This movie gave birth to one of the most searched for still frame online today, featuring a hot three-way blow job that pictures Lee Hunter in all of his glory, leaning back and enjoying what is being done to him. Showcasing five of the hottest young guys in the industry, Camp YMAC shows Lee Hunter bottoming to each of the other four. There's never a dull moment in this masterpiece and there are tons of cum shots.

There are an awful lot of fantastic classic gay porn movies out on the market today, each bringing something special to the table. What they all have in common, however what makes these older movies unique is that they predated the era of constant condom-clad cocks. It really brings viewers back to an era where life threatening diseases weren't prevailing concerns, which is something that just about everyone can appreciate.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

Is Your Credit Score Costing You A Fortune?

.
0 komentar

While some surveys show that 9 out of 10 consumers are unaware what their credit score is, I'd like to quickly share with you how your credit score could be costing you a fortune (in more ways than you can imagine). We all know a low credit score will make everything in the world of finance more expensive because of higher interests rates from lenders due to being considered a greater credit risk ( i.e. higher interest rates on cars, homes and credit cards). While this may be considered common knowledge by some, it's truly devastating effects are understood by few. For example, If you purchase a $200,000 home on a 30 year fixed mortgage at 8% interest instead of 6% (because of your credit score); that 2% is going to end up costing you a total of $96, 934.11 over the term of the loan. Now, think about how many extra years you'll have to work to pay off $96,934.11 because of an extra 2% in interest?
The part few people talk about is all the other areas in life where a low score will increase your cost of living on an annual basis. For example. In addition to paying more for a car, home and credit cards, a low credit score will most likely have you paying more for the following as well:
1.) AUTO INSURANCE. As many as 92% of the 100 largest personal automobile insurers use credit information to underwrite new business, according to a 2001 study by Conning & Co., an insurance-research and asset-management firm.
2.) HOMEOWNERS INSURANCE. It's thought many insurance companies see a correlation between low credit scores and increased property insurance claims. Therefore, a low score will result in higher rates.
3.) LIFE and HEALTH INSURANCE. Customers who are unable to pay their monthly insurance premium thereby pass along that increased cost to the insurance company whose stuck with the bill (resulting in a loss for the company). Since customers who pay without lapse are more profitable it is felt by many that a low credit score now even affects a monthly life and/or health insurance premium negatively. One of the more shocking areas where a low credit score will you cost you is in the area of employment. It's estimated as many as 42% of employers now do credit checks on applicants before hiring them (according to a 1998 survey by the Society for Human Resource Management). While many employers claim they only do it to verify information on your application (such as where you live and where you have worked etc.) we can both assume they are taking the liberty to have a peek at how you handle your financial affairs as well. According to the Public Research Interest Group (PIRG) as many as 79% all credit reports contain errors, 25% of which are serious enough to cause the denial of credit (according to a 2004 report). And that's all the more troubling in light of the increasing impact a bad credit report can have, says Ed Mierzwinski, director of PIRG's consumer program. "It's outrageous that the credit bureaus are claiming their scores are accurate enough to take people's lives and screw with them like this".
In the next segment we'll be talking about something very, very exciting. It's called...
"Insider Techniques to Raise Your Credit Score... FAST!"
See you in a couple days...

sumber: http://readbud.com

Read More »»

CCNA - MCSE - CCNP Certification: Making Failure Work For You

.
0 komentar

Whether you're on the road to the CCNA, CCNP, MCSE, or you're on any other computer certification track, the odds are that sooner or later, you're going to fail an exam. It's happened to almost all of us, yours truly included. What you have to keep in mind in these times is that success is not a straight line. You've probably seen charts showing the growth of an industry or a business -- you know, the ones that go from left to right, and look kind of jagged. The line goes up for a while, then down a bit, then up some more, then down a little.

The key? While every business has its setbacks, the net result is that the line goes up and progress is made. That's how you want your certification pursuit and your career to go as well - upward!

I'm not asking you to be happy about failing an exam. You're allowed to get mad for a few minutes, vow to never take another exam again, and be disappointed. What you're not allowed to do is stay that way.

If you put your books away in a fit of anger, get them out. If you took some time off, it's time to get back to work. Again, there's nothing wrong with being unhappy about failing an exam. It's how you handle that failure that counts. No inventor, executive, or entrepreneur has ever been right 100% of the time. Learn something from your failure. Was your study time quality study time? Did you get some hands-on practice with the technology you're studying? Asking yourself these questions can be tough, but it can be highly valuable in making sure you don't fail the next time. And there must be a next time - because the one thing you cannot do is quit.

Besides, take it from someone who's been there - your temporary failure makes your eventual success that much sweeter.


sumber: http://readbud.com

Read More »»

What's A Blog And Why Should I Have One? - Using Blogs To Generate Business

.
0 komentar

Most everyone on the internet has, at some point, run across blogs. Blogs are simply internet journals recording whatever happens to be on a writer's mind at a given moment. Typically written in an informal tone, blogs read as though the writer is having a friendly conversation with their readers. Though blogs have exploded in popularity, few online retailers understand that having a blog can be a very effective way to drive sales for their e-businesses.

Getting Started

The easiest way to start a blog is with a free commercial service, like http://Blogger.com or http://BlogSpot.com. All you have to do is just set up an account and start blogging. To create a blog that sits on your website, you can go to http://SixApart.com and choose from several software options.

It takes time to build a loyal base of readers, but you can start guiding traffic to your site by linking with relevant blogs. Go to http://Technorati.com and find blogs whose content ties in with yours. Link only to blogs with content that's useful and entertaining to your customers. Request they look at your blog and consider linking back to you.

For your product sales site, you don't have to blog about your product itself. Blog about things related to your product. If you sell camping gear, blog about the country's top camp sites, your hiking trip in the Appalachians, or the best time of year to visit Yellowstone. According to Anthony Perry, of http://BlogAds.com, "You can make your customers feel empowered if you inform them to make their own decisions, as opposed to just beating them over the head, saying, 'This is a great product! You should buy it!'"




sumber: http://readbud.com


Read More »»

Rabu, 26 Mei 2010

Kutipan

. Rabu, 26 Mei 2010
0 komentar

Pengertian
Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau dalam bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan.

Tujuan
Dalam tulisan ilimiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut.

Dengan demikian kutipan mempunyai fungsi sebagai :
a.Landasan teori
b.Penguat pendapat orang lain
c.Penjelasan suatu uraian
d.Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.

Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut :
1.Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2.Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3.Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4.Jangan terlalu banyak menggunakan kutipan langsung
5.Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6.Perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan.


Jenis-jenis Kutipan
1. Kutipan langsung

1. yang tidak lebih dari empat baris :

a) kutipan diintegrasikan dengan teks
b) jarak antar baris kutipan dua spasi
c) kutipan diapit dengan tanda kutip
d) sudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber darimana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil.

2. yang lebih dari empat baris :
a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
b) jarak antar kutipan satu spasi
c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.
d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau diapit tanda kutip.
e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1)

2. Kutipan tak langsung

1) kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan

3. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

4. Kutipan atas ucapan lisan
Kutipan harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tidak langsung.

5. Kutipan dalam kutipan
Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat lagi kutipan.

Dalam hal ini dapat ditempuh dua cara :
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tungggal atau tanda kutip ganda.
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan mempergunakan tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

6. Kutipan langsung dalam materi
Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hinggga perhentian terdekat, (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara.
Contoh :
“Jelas,” kata Prof. Haryati, ”kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”


- Kutipan Tidak Langsung

adalah kutipan dengan mengambil pendapat/ uraian dari buku/ sumber lain yang penyajiann ya dengan bahasan sendiri.

Contoh :
Sehingga ada 3 kategori pembagian barang dan jasa menurut hubungannya yaitu barang komplementer, barang subtitusi, dan barang bebas.

- Kutipan Langsung

Yang dimaksud kutipan langsung adalah kutipan dari buku atau tulisan yang harus sama dengan aslinya baik dengan susunan kata-katanya maupun tanda bacanya. Kutipan yang panjangnya 5 (lima) baris atau lebih, diketik ber spasi 1 (satu) dengan mengosongkan lima ketik dari garis batas / margin sebelah kiri dengan tidak diberi tanda kutip.

Contoh :
Menurut Sunarto, dalam bukunya berjudul Perpajakan (2002:46), yang dimaksud dengan Objek pajak adalah Penghasilan yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari indonesia maupun dari luar indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kelkayaan wajib pajak yang
bersangkutan , dengan nama dan dalam bentuk apapun.

Prinsip Mengutip
Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Cara memperbaikinya :
1) ‘Tugas bank antara lain member pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’
2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam uang.’
artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

Cara 2) ini lebih umum.
b.Menghilangkan bagian kutipan

Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.

Caranya :
1) Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
2) Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).

Read More »»

Jenis - Jenis Proposal

.
0 komentar

Proposal Penelitian dibagi 4 yaitu:
1. Proposal Penelitian Pengembangan
2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
3. Proposal Penelitian Kualitatif
4. Proposal Penelitian Kuantitatif

1. Proposal Penelitian Pengembangan
Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan.


2. Proposal Penelitian Kajian Pustaka
Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

3. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.

4. Proposal Penelitian Kuantitatif
Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Read More »»

Langkah - Langkah Membuat Proposal

.
0 komentar

1.Pendahuluan
a.Berisi tentang hal¬hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi
dilaksanakan kegiatan tersebut.
b.Hubungan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari(nyata)
c.Point¬point pembahasan pada pendahuluan ini, mengacu pada komponen
S-W-O-T yang telah dibahas sebelumnya.

2.Dasar Pemikiran
a.Berisi tentang dasar yang digunakan dalam pelaksanaan, misalnya: Tri
Darma Perguruan Tinggi, program kerja pengurus dan lain-lain
b.Jika kegiatan tersebut bukan dari organisasi, maka didasarkan secara
umum, misalnya : Peraturan Pemerintah No sekian

3.Tujuan
a.Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut ( umum dan khusus)
b.Tentukan juga keluaran ( output ) yang dikehendaki seperti apa
Contoh :
Memperoleh kader-kader KMHDI
Memberi pengetahuan manajerial dan leadership bagi calon anggota
KMHDI

4.Tema
Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut


5.Jenis Kegiatan
a.Diperlukan untuk menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan
dilaksanakan jika kegiatannya lebih dari satu,
b.Menjelaskan bentuk dari kegiatan tersebut. Misal: berupa Seminar,
Pelatihan, penyampain materi secara lisan, Tanya jawab dan simulasi dll.

6.Target
Berisi uraian yang lebih terperinci dari Tujuan (Point 3) terutama mengenai ukuran¬ukuran yang digunakan sebagai penilaian tercapai atau tidaknya tujuan.

Contoh :
Target acara ini adalah untuk mencetak minimal 25 orang pelatih KMHDI yang masing¬masing diantaranya, memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar yang Buku Pedoman Kaderisasi Jilid I KMHDI, dan setiap pelatih tersebut memiliki nilai rata¬rata diatas 7 (dengan range 10) dalam setiap materi pelatihan.

7.Sasaran/Peserta
Menjelaskan tentang objek atau siapa yang akan mengikuti kegiatan
tersebut ( atau lebih kenal dengan peserta)

8.Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Tentukan dimana, hari, tanggal, bulan, tahun serta pukul berapa akan
dilaksanakan kegiatan tersebut.

9.Anggaran Dana
Dalam anggaran disini, hanya disebutkan jumlah total pemasukan dan pengeluaran yang diperkirakan oleh panitia, sedangkan rinciannya dibuat dalam lampiran tersendiri

10.Susunan Panitia
Dalam halaman atau bagaian susuna panitia, biasanya hanya ditulis posisi yang penting- penting saja, seperti Pelindung Kegiatan, Ketua panitia, Streering Commite dll, sedangkan kepanitian lengkap dicantumkan dalam lampiran.

11.Jadwal Kegiatan
a.Dibuat sesuai dengan perencanaan dalam kalender Kegiatan yang telah
disusun sebelumnya
b.Atau bisa juga ditulis terlampir, jika jadwalnya banyak.

12.Penutup
a.Berisi tentang harapan yang ingin dicapai dan mohon dukungan bagi
semua pihak.
b.Ditutup dengan lembar pengesahan proposal
c.Terakhir, diikuti dengan lampiran

Perhatian khusus terhadap masalah penganggaran pada proposal :

1.Penganggaran
Anggaran adalah rencana pemasukan & pengeluaran keuangan
yang dibuat untuk kegiatan tertentu

2.Proses penyusunan anggaran
a.Sesuai dengan rencana kegiatan
b.Sesuai dengan sumber pendapatan
c.Meliputi tertib aturan yang berkaitan dengan keluar dan masuknya
keuangan kegiatan.

3.Mengontrol anggaran
a.Pengeluaran sesuai dengan rencana
b.Sekecil apapun pengeluaran dan pemasukan dicatat
c.Dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan

4.Pencarian dana
a.Sponsorship
Proposal : usul, rencana, penawaran dengan pihak lain

b.Sumber Dana
1.Donatur
2.Iuaran anggota / kas organisasi
3.Kontribusi peserta yang ikut kegiatan
4.Wira usaha

Pembuatan proposal merupakan proses akhir dari analisa manajemen organsasi. Proposal
merupakan suatu bentuk dokumentasi ringkas dari analisa manajemen organisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan disajikan dalam bentuk yang terstruktur, singkat dan jelas seperti yang telah disampaikan diatas. Sehingga item-item yang terdapat pada
proposal dibuat berdasarkan/mengacu pada hasil dari analisa manajemen organisasi.

Read More »»

Pengertian Proposal

.
0 komentar

Proposal penelitian untuk skripsi merupakan suatu rancangan penelitian yang akan dilakukan sebagai bahan utama penulisan skripsi mahasiswa. Rancangan ini harus diseminarkan untuk penyempurnaan sehingga akan sangat membantu mahasiswa dalam melaksanakan penelitian di lapangan sekaligus membantu kelancaran mengumpulkan bahan skripsinya.
Dalam pengertian lain, Proposal adalah suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Untuk memudahkan pengertian proposal yang dimaksud dalam tulisan ini, kita dapat membandingkannya dengan istilah “Proposal Penelitian” dalam dunia ilmiah (pendidikan) yang disusun oleh seorang peneliti atau mahasiswa yang akan membuat penelitian (skripsi, tesis, disertasi). Dalam dunia ilmiah, proposal adalah suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian. Bentuk “Proposal Penelitian” ini, biasanya memiliki suatu bentuk, dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.

Secara mendasar, harus di garis bawahi bahwa penulisan proposal hanya salah satu dari
sekian banyak tahap perencanaan, seperti yang telah diuraikan sebelumnya dalam buku ini. Penulisan proposal adalah suatu langkah penggabungan dari berbagai perencanaan yang telah dibuat dalam tahap¬tahap sebelumnya. Ini berarti, tanpa terlebih dahulu melakukan langkah¬langkah sebagaimana yang diuraikan dalam buku ini, maka kemungkinan besar penulisan proposal akan menemui kesulitan.

Sistematika Penulisan Proposal
1.Pendahukuan
2.Dasar Pemikiran
3.Tujuan Kegiatan
4.Tema Kegiatan
5.Jenis Kegiatan
6.Target Kegiatan
7.Sasaran / Peserta Kegiatan
8.Waktu dan Tempat Pelaksanaan
9.Anggaran Dana
10.Susunan Panitia
11.Jadwal Kegiatan
12.Penutup

Read More »»

Selasa, 27 April 2010

Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik

. Selasa, 27 April 2010
0 komentar

Karakteristik Hipotesis yang Baik
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
1) Hipotesis harus mempunyai daya penjelas
2) Hipotesis harus menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
3) Hipotesis harus dapat diuji
4) Hipotesis hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
5) Hipotesis hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis yang baik :
- Hipotesis harus menduga Hubungan diantara beberapa variabel
Hipotesis harus dapat menduga hubungan antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada variabel yang lain.

- Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data empiris.

- Hipotesis harus konsisten dengan keberadaan ilmu pengetahuan-
Hipotesis tidak bertentangan dengan pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.



- Hipotesis Dinyatakan Secara Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk membuktikan hipotesis tersebut.

MENGUJI HIPOTESIS
Suatu hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus menyimpulkan hipotesis , apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau membenarkan hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan menggunakan data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat ditiadakan bias itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan memanipulasi data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk mencari kebenaran.

Read More »»

Membuat Hipotesis yang Baik

.
0 komentar

Persyaratan untuk Membuat Hipotesis yang Baik yaitu :
- Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian dan dirumuskan dengan jelas.
- Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk dapat diuji secara empiris. Menunjukkan dengan nyata adanya hubungan antara dua variabel atau lebih.
- Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya dan didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan.

Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi menjadi tiga


1. Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji.
Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress
2. Hipotesis operasional: Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif.
Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0).
H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian.
Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
3. Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik.
Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif).
Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0

Read More »»

Hipotesis

.
0 komentar

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya
Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap problema. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan/ menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.

Contoh:
Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat, maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung, maka..) sebentar lagi hujan akan turun. Apabila ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun, maka dugaan terbukti benar. Secara ilmiah, dugaan ini disebut hipotesis. Namun apabila ternyata tidak turun hujan, maka hipotesisnya dinyatakan keliru.

Asal dan Fungsi Hipotesis
Hipoptesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti. Jadi, Hipotesis tidak jatuh dari langit secara tiba-tiba.
Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu produk maka agar dapat menurunkan hipotesis yang baik, sebaiknya yang bersangkutan membaca teori mengenai penentuan harga.

Fungsi Hipotesis
Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori.
Jika hipotesis sudah diuji dan dibuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru.

Pertimbangan dalam Merumuskan Hipoptesis
1. Harus mengekpresikan hubungan antara dua variabel atau lebih, maksudnya dalam merumuskan hipotesis seorang peneliti harus setidak-tidaknya mempunyai dua variable yang akan dikaji.
Kedua variable tersebut adalah variable bebas dan variable tergantung. Jika variabel lebih dari dua, maka biasanya satu variable tergantung dua variabel bebas.
2. Harus dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, artinya rumusan hipotesis harus bersifat spesifik dan mengacu pada satu makna tidak boleh menimbulkan penafsiran lebih dari satu makna. Jika hipotesis dirumuskan secara umum, maka hipotesis tersebut tidak dapat diuji secara empiris.
3. Harus dapat diuji secara empiris, maksudnya ialah memungkinkan untuk diungkapkan dalam bentuk operasional yang dapat dievaluasi berdasarkan data yang didapatkan secara empiris.
Sebaiknya Hipotesis jangan mencerminkan unsur-unsur moral, nilai-nilai atau sikap.

Jenis-Jenis Hipotesis
Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi 3 :
1. Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris: Hipotesis jenis ini berkaitan dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya,
2. Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal: pada kenyataannya dunia ini sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekomplesitasan dunia tersebut kita memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada.
3. Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variable: hipotesis ini merumuskan hubungan antar dua atau lebih variable-variabel yang diteliti.
Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana yang mempengaruhi variable lainnya sehingga variable tersebut berubah.

Cara Merumuskan Hipotesis
Cara merumuskan Hipotesis ialah dengan tahapan sebagai berikut: rumuskan Hipotesis penelitian, Hipotesis operasional, dan Hipotesis statistik.
-Hipotesis penelitian
Hipotesis penelitian ialah Hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk kalimat.
-Hipotesis operasional
Hipotesis operasional ialah mendefinisikan Hipotesis secara operasional variable-variabel yang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.
-Hipotesis statistik
Hipotesis statistik ialah Hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.

Read More »»

Membuat Rumusan Masalah

.
0 komentar

Pada Pembahasan sebelumnya telah kita bahas bagaimana cara untuk menemukan permasalahan dalam penulisan.
Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menemukan permasalahan dari topik karya ilmiah yang sudah siap.
1. Tentukan tipe karya ilmiah
2. Siapkan sumber informasi (resources)
3. Menyempitkan atau memperluas topik
4. Membangun permasalahan dari topik
5. Uji “SO WHAT”

1. Tentukan tipe karya ilmiah
Berikut ini beberapa tipe karya ilmiah :
^ANALISIS melihat apa yang dibalik permukaan materi: melihat hubungan antar
bagian dan keseluruhan, mengenali hubungan antara sebab-akibat, mencari hal-hal
penting, mempertanyakan suatu validitas. Kata tanya yang digunakan BAGAIMANA,
atau APA.Kalimat tanya yang dibentuk bukanlah kalimat tanya yang tertutup atau
hanya membutuhkan jawaban “ya” atau “tidak”. Kalimat tanya yang dibentuk
membutuhkan penjabaran dalam menjawabnya. Penjabaran itulah yang kemudian
menjadi karya ilmiah yang disusun dalam bab-bab yang berurutan dan saling
berhubungan.
Contoh rumusan masalah :
- Bagaimana Metadata Dublin Core yang memiliki 15 elemen mampu
mengklasifikasikan informasi berbentuk image, audio dan video?
- Bagaimana data ciri khas masing-masing informasi tersebut dapat diadaptasi oleh
Metadata Dublin Core?
- Apa faktor-faktor dalam metode Winter yang menyebabkan perubahan nilai
produksi barang tertentu?
- Bagaimana menghasilkan trend prestasi akademik dari setiap angkatan mahasiswa
berdasarkan hasil test masuk?
^PERBANDINGAN berarti mencari perbedaan dan persamaan. Aspek yang
dibandingkan disiapkan dan digunakan untuk menyusun penulisan.
Contoh :
- Bandingkan performa akses ke digital library dengan repository terpusat di satu
server dengan kapasitas besar, dengan akses ke digital library dengan repository
terdistribusi dengan kapasitas sedang. Perbandingan yang dapat dilihat dari
kecepatan akses, macam standar yang diperlukan, prosedur update data, prosedur
pemeliharaan, keamanan data dll.
- Bandingkan alternatif pendukung keputusan tentang banyak barang yang
diproduksi berdasarkan metode X dan metode Y dengan parameter jenis barang,
dan jumlah barang.
- Bandingkan ketepatan dokumen hasil pencarian dengan metode X dan Y
berdasarkan faktor-faktor: jumlah istilah, bobot istilah dan kecepatan proses.
^ARGUMENTASI (setuju atau tidak setuju) meminta kita berada di satu sisiberdasarkan analisis dari bukti-bukti yang kuat dan alasan yang jelas dan dapat diterima. Pada dasarnya hanya ada dua tipe dari 3 tipe yang dijelaskan di atas yaitu tipe analisis dan argumentasi. Tipe perbandingan termasuk dalam tipe analisis karena melakukan analisis terhadap 2 hal yang dibandingkan.


2. Siapkan sumber informasi
Ketika permasalahan sudah ditentukan dan jelas, maka sumber informasi dapat mulai
dicari.Sumber informasi yang tersedia dalam suatu institusi akademik adalah :
1. buku pegangan kuliah yang digunakan para dosen untuk mengajar. Sifat buku
ini biasanya berisi teori dan latihan. Buku ini cocok untuk pengajaran dan dasar
dari teori-teori yang sedang dipelajari.
2. buku umum referensi seperti ensiklopedia dan kamus bidang ilmu tertentu yang
digunakan untuk mengenalkan hal-hal dasar. Cocok untuk mahasiswa pemula
3. jurnal ilmiah digunakan untuk mendapatkan pengembangan terbaru dalam
bidang ilmu tertentu dan sangat cocok untuk menjadi referensi karya ilmiah.
Jurnal ilmiah dapat dalam bentu cetak maupun digital (database online)
4. sumber informasi di Internet berupa situs-situs yang sesuai dengan bidang ilmu.
Sifat informasi beragam dalam waktu dan ketepatan. Sumber informasi perlu
verifikasi sebelum digunakan.
5. Data statistik dan data-data dari pemerintah dapat didapatkan secara online
seperti misalnya pada situs Badan Statistik Nasional. Perkembangan daerahdaerah
tertentu atau negara tertentu dapat dipantau dari situs resmi
pemerintah terkait.
6. Sumber informasi lain adalah hasil wawancara dan hasil observasi dari
mahasiswa yang berkaitan dengan karya yang sedang dikerjakan.
Semua sumber informasi di atas dapat digunakan. Beberapa sumber informasi yang
tidak direkomendasikan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah adalah majalah
populer dan catatan/bahan ajar dosen.
Kumpulkan beberapa buku, artikel, buku referensi atau apapun yang ditemukan dan
baca beberapa halaman pada bahasan-bahasan yang tepat. Hindari untuk berusaha
membaca 1 atau lebih bab penuh, karena akan membuat terbeban berat.
Untuk mencari informasi dari buku-buku beberapa hal yang membantu untuk pencarian
informasi secara efektif adalah:
- baca daftar isi dan temukan beberapa istilah yang berkaitan dengan topik
- baca halaman pengantar untuk mengetahui isi singkat buku dan tingkat
pembaca yang dituju
- cari istilah-istilah kunci dalam topik di indeks
Jika menemukan istilah atau bahasan yang terkait dengan topik, bacalah pada halaman
yang membahas istilah tersebut. Jika sesuai teruskan, jika tidak carilah pada bagian
lain, atau pada buku lain.
Untuk penggunaan koleksi karya ilmiah seperti jurnal, prosiding, atau laporan
penelitian, abstrak karya ilmiah tersebut menjadi bagian pertama untuk dibaca.
Abstrak memberikan gambaran singkat dari isi karya ilmiah. Dari abstrak, pembaca
dapat menentukan apakah isi artikel tersebut mendukung/sesuai atau tidak.
Dengan mendapatkan beberapa materi pendukung, atau sumber informasi sesuai
dengan topik, maka topik tersebut akan dapat dikembangkan, permasalahan yang
menarik untuk dibahas akan muncul, dan ide-ide yang belum terpikirkan sebelumnya
dapat dilengkapi.

3. Menyempitkan atau memperluas topik
Seringkali kita mendapati bahwa topik yang dipilih masih terlalu sempit artinya sumber
informasi yang ditemukan sangat terbatas, ukuran karya ilmiah yang akan dihasilkan
tidak mencukupi standar yang ditentukan (jumlah halaman misalnya), atau terlalu luas
karena sumber informasi terlalu banyak sehingga perlu dipersempit cakupannya
sampai sumber informasi yang digunakan cukup, misalnya 5 dari 25 sumber informasi.
Menyempitkan atau memperluas juga diperlukan berkenaan dengan popularitas dari
topik tersebut, jika topik sudah banyak dibahas dan diteliti, maka perlu perbaikan
sehingga menghasilkan topik yang punya fokus khusus dari topik tersebut.
Contoh Topik:
- Datawarehousing dalam industri
- Keamanan data di Internet
- Database terdistribusi
- Pengenalan Pola untuk Pengambilan Keputusan
· menyempitkan (narrowing)
menggunakan journalist’s questions untuk mendapatkan aspek lain dari hal yang luas
tadi. Misalnya: Datawarehousing.
What : Apa dari datawarehousing yang dapat dianalisis? Strukturnya,
algoritmanya
When : Pada saat proses apa dalam datawarehousing yang dapat dibahas? Akses,
pencarian pada datawarehousing
Who : jenis perusahaan, jenis data yang mana cocok menggunakan
datawarehousing?
Where : dimana inti dari datawarehousing?
Why : mengapa ada datawarehousing, mengapa perlu?
How : bagaimana hubungan datawarehousing dengan data mining? Dengan DSS?
Dengan SIM?
Misalnya: E-Business.
Hubungkan topik tersebut dengan : pemasaran menggunakan log atau counter
pengunjung, pengujian popularitas melalui link pada situs lain, komunikasi data
gudang/pasokan secara real time kepada pemasok, pengolahan sesumber secara
online dengan cabang-cabang dalam dan luar daerah.
· memperluas (broadening)
Cari hubungan topik dengan hal lain yang berada di sekitar topik yang dipilih. Contoh
topik:

4. Permasalahan
Dari jenis karya ilmiah yang ditetapkan dapat ditentukan beberapa hal:
a. argumentasi/thesis
- intinya pada pernyataan berdasarkan analisis dan bersifat argumentasi
- menyatakan apa pilihan/cara yang terbaik/tercepat/ paling tepat didasari
pada hasil analisis
- pernyataan yang meyakinkan dengan didukung bukti dari hasil analisis
- menjawab pertanyaan “APA” dan “MENGAPA” dalam rangka membuktikan
bahwa apa yang dinyatakan itu benar
- berada pada salah satu sisi dari topik
- pernyataan harus lolos uji “SO WHAT”, artinya pernyataan tersebut dianggap
penting, menarik dan layak untuk diperdebatkan
- sifatnya terfokus dan sempit
Contoh : Metode Winter menghasilkan dukungan pengambilan keputusan untuk
penentuan produksi barang musiman dengan ketepatan lebih dari 75%.

b. analisis
- intinya pada pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang akan diteliti, dicari
jawabannya atau didapatkan solusinya
- mencari kemungkinan-kemungkinan pilihan/cara yang
terbaik/tercepat/paling
- dapat diperoleh dengan menggunakan journalist’s questions untuk
mendapatkan pertanyaan yang menarik dan layak untuk dianalis
- pertanyaan lolos uji “SO WHAT”, artinya pertanyaan tersebut akan
menghasilkan jawaban yang layak dianalisis, dan menghasilkan temuan baru
atau lain
- sifatnya luas, fokus pada beberapa hal
Maka pada intinya: thesis/argumentasi adalah salah satu kemungkinan/jawaban untuk
menjawab. Contoh dari bentuk rumusan masalah yang bersifat analisis adalah:
Bagaimana menentukan trend peningkatan jumlah konsumen dengan metode market
basket analysis.

5. Uji "So What?"

Ketika merencanakan untuk menulis, hal yang penting untuk diperhatikan adalah:
a. usahakan/cari/pilih topik yang pantas untuk diperdebatkan atau untuk digali
lagi.
b. Permasalahan atau argumentasi yang disajikan masih populer, menarik untuk
dibahas atau kontroversial
c. Selalu bertanya :” SO WHAT” (apa pentingnya topik ini?) atau “WHO CARES”
(siapa akan tertarik/peduli?)
Contoh topik:
- Teknologi SMS
- Image 2 dimensi
- Distributed database pada digital library
- Parking lot detection dengan infrared
- Car ID recognition
Mana yang kira-kira menarik untuk ditulis/dibahas/didiskusikan? Dan mana yang
kurang menarik? Coba cek topik yang dipilih? Apakah cukup up to date untuk
dibahas/ditulis?
Buatlah topik lebih sempit atau lebih luas kemudian menentukan permasalahan untuk
karya ilmiah argumentasi atau karya ilmiah analisis.
Lakukan uji “SO WHAT” pada setiap pernyataan argumentasi atau pertanyaan yang
akan diteliti.

Read More »»

Hakikat Masalah Penelitian

.
0 komentar

Penelitian adalah mencari jawaban atas masalah yang diajukan
Masalah adalah persoalan yang menuntut adanya jawaban yang tepat dan akurat.
Masalah adalah:
Kesenjangan antara yang dimiliki dengan apa yang dibutuhkan
Kesenjangan antara yang dilaksanakan dengan yang direncanakan
Kesenjangan antara kenyataan dengan harapan
Kesenjangan dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif
Kesimpulannya: munculnya masalah penelitian didasarkan atas fakta empirik yang ada atau yang terjadi di lapangan. Oleh sebab itu perlu analisis atau kajian data, fenomena, fakta yang ada di lapangan, kemudian membandingkannya dengan harapan, keinginan, kebutuhan, berdasakan rencana, konsep, prinsip, aturan dan sistem yang berlaku.
Secara universal, terdapat tiga jenis pengetahuan yang selama ini mendasari kehidupan manusia yaitu:
(1) logika yang dapat membedakan antara benar dan salah;
(2) etika yang dapat membedakan antara baik dan buruk; serta
(3) estetika yang dapat membedakan antara indah dan jelek.



Kepekaan indra yang dimiliki, merupakan modal dasar dalam memperoleh pengetahuan tersebut.Salah satu wujud pengetahuan yang dimiliki manusia adalah pengetahuan ilmiah yang lazim dikatakan sebagai “ilmu”. Ilmu adalah bagian pengetahuan, namun tidak semua pengetahuan dapat dikatakan ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang didasari oleh dua teori kebenaran yaitu koherensi dan korespondensi. Koherensi menyatakan bahwa sesuatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan logis atau berpikir secara rasional. Korespondensi menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. Koherensi dalam pengetahuan diperoleh melalui pendekatan empirik atau bertolak dari fakta. Dengan demikian, kebenaran ilmu harus dapat dideskripsikan secara rasional dan dibuktikan secara empirik.

Koherensi dan korespondensi mendasari bagaimana ilmu diperoleh telah melahirkan cara mendapatkan kebenaran ilmiah. Proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran harus dilandasai oleh cara berpikir yang rasional berdasarkan logika dan berpikir empiris berdasarkan fakta. Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian. Banyak definisi tentang penelitian tergantung sudut pandang masing-masing. Penelitian dapat didefinisikan sebagai upaya mencari jawaban yang benar atas suatu masalah berdasarkan logika dan didukung oleh fakta empirik. Dapat pula dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu.

Pengertian tersebut di atas menyiratkan bahwa penelitian adalah langkah sistematis dalam upaya memecahkan masalah. Penelitian merupakan penelaahan terkendali yang mengandung dua hal pokok yaitu logika berpikir dan data atau informasi yang dikumpulkan secara empiris (Sudjana, 2001). Logika berpikir tampak dalam langkah-langkah sistematis mulai dari pengumpulan, pengolahan, analisis, penafsiran dan pengujian data sampai diperolehnya suatau kesimpulan. Informasi dikatakan empiris jika sumber data mengambarkan fakta yang terjadi bukan sekedar pemikiran atau rekayasa peneliti. Penelitian menggabungkan cara berpikir rasional yang didasari oleh logika/penalaran dan cara berpikir empiris yang didasari oleh fakta/ realita.

Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangka dalam metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta).

Bagaimana menemukan sebuah masalah dalam penulisan
Sebenarnya banyak sekali cara untuk menemukan sebuah masalah yang akan kita jadikan penelitian. Tentunya langkah pertama adalah penentuan topik, yang merupakan tahap awal dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Topik yang masih bersifat awal tersebut kemudian difokuskan dengan cara membuatnya lebih sempit cakupannya atau lebih luas cakupannya. Ketika cakupannya sudah sesuai, kemudian permasalahan dapat ditentukan. Permasalahan dapat berupa pertanyaan yang kemudian analisis atau pernyataan argumentasi yang merupakan penjabaran bukti berdasarkan analisis.

Berikut ini langkah-langkah yang dilakukan untuk menemukan permasalahan dari topik karya ilmiah yang sudah siap.
1. Tentukan tipe karya ilmiah
2. Siapkan sumber informasi (resources)
3. Menyempitkan atau memperluas topik
4. Membangun permasalahan dari topik
5. Uji “SO WHAT”

Untuk mendapatkan kebenaran ilmiah, penelitian harus mengandung unsur keilmuan dalam aktivitasnya. Penelitian yang dilaksanakan secara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada karakeristik keilmuan yaitu:

1. Rasional: penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia.
2. Empiris: menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.
3. Sistematis: menggunakan proses dengan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.

Penelitian dikatakan tidak ilmiah jika tidak menggunakan penalaran logis, tetapi menggunakan prinsip kebetulan, coba-coba, spekulasi. Cara-cara seperti ini tidak tepat digunakan untuk pengembangan suatu profesi ataupun keilmuan tertentu. Suatu penelitian dikatakan baik (dalam arti ilmiah) jika mengikuti cara-cara yang telah ditentukan serta dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan bukan secara kebetulan.

Dalam keseharian sering ditemukan konsep-konsep yang kurang tepat dalam memaknai penelitian antara lain:
nelitian antara lain:
1. Penelitian bukan sekedar kegiatan mengumpulkan data atau informasi. Misalnya, seorang kepala sekolah bermaksud mengadakan penelitian tentang latar belakang pendidikan orang tua siswa di sekolahnya. Kepala sekolah tersebut belum dapat dikatakan melakukan penelitian tetapi hanya sekedar mengumpulkan data atau informasi saja. Pengumpulan data hanya merupakan salah satu bagian kegiatan dari rangkaian proses penelitian. Langkah berikutnya yang harus dilakukan kepala sekolah agar kegiatan tersebut menjadi penelitian adalah menganalisis data. Data yang telah diperolehnya dapat digunakan misalnya untuk meneliti pengaruh latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar siswa.

2. Penelitian bukan hanya sekedar memindahkan fakta dari suatu tempat ke tempat lain. Misalnya seorang pengawas telah berhasil mengumpulkan banyak data/infromasi tentang implementasi MBS di sekolah binaanya dan menyusunnya dalam sebuah laporan. Kegiatan yang dilakukan pengawas tersebut bukanlah suatu penelitian. Laporan yang dihasilkannya juga bukan laporan penelitian. Kegiatan dimaksud akan menjadi suatu penelitian ketika pengawas yang bersangkutan melakukan analisis data lebih lanjut sehingga diperoleh suatu kesimpulan. Misalnya:
(1) faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi MBS atau
(2) faktor-faktor penghambat implementasi MBS serta upaya mengatasinya.

Read More »»